Lansia (Lanjut Usia)

Sharing is caring!

Warga Lanjut Usia (LANSIA) merupakan satu bagian dari anggota keluarga yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam segala aspek kehidupan, serta memiliki potensi yang dapat dikembagkan untuk memajukan kesejahteraan diri, keluarga dan masyarakat. Didalam Strukutr Dewan paroki SMTB, Seksi Lansia masuk dalam Bidang Pembinaan Iman Kristiani,dibentuk dan disyahkan sebagai satu organisasi pada tanggal 20 April 1997 dengan naam Paguyuban Lansia St. yusuf-Paroki SMTB. Ada perbedaan pendapat apakah menggunakan kata seksi atau paguyuban, namun karena umunya warga lansi di paroki SMTB memerlukan pembinaan khususnya dalam menjaga agar iamn para lansia tetap teguh dan juga persoalan yang lain maka lansia memilih menjdai bagian dalam kepengurusan dewan paroki.

Tidak ada yang catatan yang pasti dalam kepengurusan siapa saja yang pernah menjadi anggota pengurus seksi lansia, karena pada umunya aktivis lansia adalah orang-orang tertentu saja yang secara sukarela merasa ingin guyub dengan sesama warga yang sudah berusia lanjut sdan mereka menamakan dirinya PELAYAN LANSIA. Mereka adalah pelayan amatir bukan profesional dan sifatnya relawan; motivasi mereka Injil 12:20 “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskanNya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya sampai Ia menjadikan hukum itu menang”.

Pada umumnya warga lansia adalah warga yang suka berkumpul, yang menjadi panutan di dalam keluarga atau lingkungannya; hanya saja beberapa dari mereka merasa tidak diperhatikan, dianggap menjadi beban dalam lingkungannya sehingga mereka menjadi menutup diri dari lingkungannya. Hal inilah yang menjadi perhatian dari para pelayan lansia untuk mencari kegiatan yang sesuai bagi lansia tanpa meninggalkan Visi dari lansia yaitu : Manjadi warga lansia yang mandiri, terhormat, bermakna, tidak menjadi beban bagi keluarga dan lingkungan. Para elayan lansia berusaha untuk bekerja menurut komitmen mereka dalam Misi lansia yang berbunyi: Memenuhi tugas & panggilan hidup sebagai warga lanjut usia yang mandiri, terhormat dan bermagna dengan menggunakan kemampuan yang ada bagi diri sendiri dan sesama lansia.

Agar tercapai Visi dan Misi tersebut diatas, pelayan lansia telah mengajak para warganya untuk melakukan kegiatan kegiatan antara lainpertemuan berkala setiap bulan yang diisi dengan ceramah rohani oleh Romo atau dari Pelayan lansi sendiri, mengadakan anjangsana ke lansia di paroki lain, mengunjungi Panti Wredha, menyelenggarakan retret/rekoleksi di luar kota Surabaya (1.l. ke STFT di Malang / Batu / Pacet), dan bekerja sama dengan lembaga lain untuk mengadakan ceramah / pemeriksaan kesehatan untuk lansia.

Kesulitan-kesulitan dari para pelayan dalam menggalang para lansia adalah kurangnya kepedulian dari keluarga untuk memberikan kesempatan / waktu kepada para lansia agar berkumpul di gerej pada satu waktu tertentu guna mngikuti kegiatan-kegiatan bagi para lansia. kurangnya perhatian dari pengurus lingkungan untuk medata para lansia yang ada merupakan kesulitan bagi pelayan lansia untuk mengetahui berapa jumlah warga lansia di paroki SMTB; pada saat ini para lansia yang sering mengikuti kegiatan-kegiatan berjumlah kurang lebih 80 orang yang berusia antara 58-90 tahun, dan kegiatan bulanan dilakukan setiap sabtu pagi minggu ke 3. Yang paling didambakan para pelayan lansia adalah bantuan dana dari siapapun untuk menunjuang kegiatan lansia; warga lansia umumnya sudah tidak bisa berproduktif(= menghasilkan uang) sehingga sumber dana yang didapat para pelayan hanya dari paroki, sponsor dan tarikan dari warga lansia (bukan iuran tetap).

Satu hal yang mengembirakan untuk para pelayan bahwa seksi lansia paroki lebih maju dari paroki lain: bersama lansia se-Kevikepan Surabaya Utara menyelenggarakan msai bersama untuk memperingati Hari lansia Sedunia dibulan Mei 2009

Yel-yel lansia :
Salam Lansia : Shallom
Apa kabar ? : Lansia tetap jaya
Apa semua sehat ? : Holobis kuntul Baris, Lansia Tetap Eksis